Minggu, 15 Januari 2012

Organisasi Gagap Teknologi

Friday, 6 January 2012

article photo
Oleh : Amman Wahju/KM Practices

Siap tidak siap sekarang kita sudah memasuki era pengetahuan dengan ciri perkembangan Teknologi Informasi yang sangat cepat. Kalau Anda seorang 'orde lama' yang sudah memasuki masa 'phasing out', barangkali Anda masih bisa dimaafkan bila kurang berminat atas gadget-gadget baru serta teknologi yang bermunculan setiap minggunya. Anda mungkin sudah cukup puas dengan telepon selular 'lama' untuk sekedar menelepon atau sms saja. Namun tidak demikian halnya dengan generasi baru di era pengetahuan ini.

Tidak lama lagi seseorang mungkin akan tersesat tanpa menggunakan GPS, seorang profesional akan 'bingung' saat meeting tanpa komputer tablet digenggamannya, dan dia akan 'ketinggalan berita' atau terputus silaturahmi tanpa menengok facebook, twiter dan semacamnya. Beberapa tahun yang lalu, kemampuan bergaul dengan komputer hanyalah milik para programmer, para pengguna lainnya terbatas dengan melakukan data entry atau mencetak hasilnya saja.

Sekarang bagi seorang karyawan, mulai dari posisi administrasi paling bawah sekalipun, perusahaan sudah menuntut kemampuan mempergunakan aplikasi seperti email system dan Microsoft Office. Untuk posisi-posisi yang lebih tinggi, tuntutannya akan lebih tinggi juga. Setelah diterima bekerja, sebagai bagian dari program pengembangan kompetensinya, karyawan akan dihadapkan dengan e-learning. Setelah itu sebagai alat kerjanya dia akan berhadapan dengan berbagai aplikasi seperti SAP, e-Procurement, dsb. Ibaratnya ketika dia mulai bekerja, dia mulai memasuki hutan belantara Teknologi Informasi, atau sebagaimana dikatakan Bill Gates memasuki jaringan digital nervous system.

Itu adalah apa yang mungkin terjadi pada individu, bagaimana dengan perusahaan?, apakah mereka juga akan tersesat, bingung atau terputus hubungan dengan dunia luar bilamana mereka tertinggal dalam menanggapi kemajuan teknolgi informasi?. Dapatkah sebuah organisasi berlaku 'ignorance' terhadap kemajuan teknologi? Bill Gates, dalam bukunya Business @ the Speed of Thought mengatakan, "Bagaimana Anda menghimpun, mengelola dan mempergunakan informasi akan menentukan arah menang atau kalah... Pemenang adalah mereka yang mampu membangun 'world-class digital nervous systems' yang sedemikian rupa sehingga informasi dapat mengalir dengan lancar di dalam perusahaan untuk pembelajaran yang maksimum dan berkelanjutan."

Untuk berhasil di era ini, baik individu maupun organisasi dituntut untuk mengenal seluk-beluk 'jaringan digital nervous system' di organisasi dan mengoptimalkannya agar dapat menciptakan values bagi organisasi.


Amman Wahju
Senior Consultant Knowlede Management Practices
Dunamis Consulting

Ditulis untuk:  DunamisNewsletter edisi Januari 2012