Sabtu, 22 Oktober 2011

KNOWLEDGE MANAGEMNT - THE TEAM

KEBERHASILAN ORGANISASI DIMULAI DARI MANUSIANYA

Salah seorang CEO dari sebuah perusahaan besar pemenang Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Study di Indonesia dan Asia, dikenal sebagai seorang yang "bertangan dingin" dalam mengelola perusahaan. Bilamana ditanyakan mengenai rahasia keberhasilannya, secara sederhana beliau mengemukakan dua hal yang selalu menjadi perhatiannya: Proses dan Tim.

Setiap mendirikan perusahaan, atau saat menjalankan suatu proyek, yang menjadi pokok perhatian pertama adalah bahwa organisasi atau proyek tersebut diisi oleh tim yang solid. Untuk memastikannya, beliau bersedia terlibat langsung dalam pemilihan anggota timnya. Selanjutnya organisasi atau proyek tersebut harus memiliki proses-proses yang efektif dan selaras. Beliau yakin bila kedua hal tersebut terpenuhi pasti akan berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan.

Walaupun 'resep' ini sudah saya dengar sejak awal tahun 1990an, yaitu ketika saya mulai bergabung di perusahaan yang sama, akan tetapi sampai sekarang, dari apa yang saya dengar, beliau masih tetap menjalankannya secara konsisten. Rupanya resep tersebut merupakan kunci keberhasilan perusahaan untuk dapat bertahan hingga kini.

Resep ini sebetulnya tidak tanpa dasar, kalau kita ingat model dari Balance Scorecard maka kedua hal tersebut merupakan dua prespektif yang harus dibereskan terlebih dahulu, yaitu perspektif Learning and Growth. Dengan membangun Human Capital yang dilengkapi dengan information capital dan organization capital, dikatakan bahwa perspektif ini merupakan pondasi untuk inovasi dan kreativitas yang diperlukan organisasi untuk membangun "value creating processes" bagi pelanggan. Improved processes akan menghasilkan produk dan servis yang lebih baik bagi pelanggan. Dan semua itu ujung-ujungnya akan menciptakan long term shareholder value.

Hal yang sama juga kita temukan dalam model Knowledge Management (KM) dimana disiplin ini memfokuskan arus pengetahuan dalam tiga aspek organisasi, yaitu: people, internal structure dan external structure. People atau manusia tetap menjadi yang utama dan kunci dari keberhasilan penerapan (KM).

Tak hanya itu, pemimpin juga memegang peranan penting dalam mengelola perusahaan dan proyek. Dan penerapan KM pun diperlukan pemimpin yang tangguh. Dalam hal kepemimpinan, CEO tadi bisa dijadikan contoh karena beliau berhasil menunjukkan karakter pemimpin yang mumpuni: Commitment, Involvement dan Consistency. Beliau memberikan komitmen sepenuhnya untuk menjamin keberhasilan organisasi. Beliau bersedia terlibat dalam berbagai proses dan menunjukkan kepemimpinannya dengan berdiri di barisan terdepan. Beliau memberikan dukungan baik dalam bentuk sumber daya maupun waktu. Dan beliau tak hanya terlibat saat memilih anggota tim, tetapi juga bersedia mengembangkan kompetensi dan karakter mereka.

"Start with good people, lay out the rules, communicate with your employees, motivate them and reward them. If you do all those things effectively, you can't miss." - Lee Iacocca

Amman Wahju
Senior Consultant
Dunamis Consulting

Ditulis untuk DunamisNewsletter edisi Mei 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar